Begitu banyak perbedaan-perbedaan semu telah membuat kita semua menjadi sengsara, takut, ingin menjatuhkan dan egois. Jika agama mengajarkan kita perbedaan yang hakiki adalah amalan manusia, namun saat manusia masih memiliki tubuh dan pikirannya, maka perbedaan yang kedua adalah pemikirannya.
Dengan pemikirannya manusia menjadi sangat tajam, bahkan sangat lemah, atau malah sangat diluar pemikiran. Itulah mengapa manusia dibedakan atas pemikirannya. Masalahnya bagaimana kita dapat menyalurkan pemikiran tersebut ke manusia lain agar dapat bermanfaat, sumber inspirasi, atau sumber pertolongan. Semoga “ini” adalah alat komunikasi pikiran yang baik.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.