Kerangka Berpikir Arif Apriyadi

Lingkaran THR, Lebaran dan Harta Produktif

September 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Apa yang paling ditunggu saat Lebaran akan tiba? Begitu banyak memang. Mulai dari peribadahan, pengikatan tali silaturahim, sampai pada keuangan. Ya, keuangan, dengan kata lain THR dan belanja hari raya. Mulai hari ini (12/9) sampai dengan minggu depan perusahaan-perusahaan akan membayarkan THR karyawan-karyawannya.

Tapi sayangnya banyak dana THR yang diterima oleh para karyawan menguap entah kemana. Malah terkadang kita berpikir bahwa THR itu hilang tanpa jejak untuk keperluan yang sebenar tidak begitu bahkan tidak penting untuk kehidupan sehari-hari. Jangankan memikirkan untuk menabung dari dana THR, membuat hari-hari usai lebaran tidak nombok saja sulit.

Lalu bagaimana mengelola dana THR agar pengeluaran ketika puasa dan lebaran tidak terlalu membengkak? THR merupakan tambahan pendapatan yang diperoleh di luar gaji. Seyogyanya, jika dengan gaji bulanan saja kebutuhan pengeluaran bisa teratasi maka dengan tambahan THR tentunya ada kelebihan dana yang bisa disimpan. Sudah sepatutnya kita memikirkan bagaimana dana THR dapat berdaya guna maksimal untuk diri kita dan bahkan untuk keluarga kita.

Ada beberapa tips yang pastinya berguna bagi anda yang ingin mendayagunakan dana THR dengan maksimal. Pertama adalah hitung dulu semua kewajiban zakat anda beserta keluarga anda. Tentunya jumlah zakat hanya beberapa persen saja dari pendapatan THR anda. Dana yang wajib dikeluarkan dari THR adalah untuk zakat (bisa juga jika mau bersedekah).

Kedua hitung seluruh hutang anda. Jika hutang anda lebih kecil dari jumlah THR dikurang zakat tadi, lebih baik anda lunasi hutang anda. Memang dana untuk belanja hari raya anda akan berkurang, namun akan lebih melegakan bagi anda jika hutang anda semua telah lunas. Kewajiban cicilan dan bahkan bunga (jika anda meminjam dari institusi keuangan konvensional) dapat segera teratasi sehingga pengeluaran bunga dapat dikurangi. Namun jika jumlah hutang anda lebih besar dari jumlah THR dikurang zakat, maka pergunakanlah 50% dana sisa THR anda untuk melunasi sebagian hutang anda.

Ketiga hitung dengan baik belanja hari raya dan mudik anda (jika anda berencana untuk mudik). Ingat hari raya bukan hari foya-foya! Maka hitunglah belanja dengan tidak berlebihan. Pikirkan alat transportasi terbaik anda untuk mudik, tentunya carilah alat transportasi yang sebanding antara pengeluaran dengan kualitas jasa transportasinya. Pesanlah jauh-jauh hari tiket transportasi anda, karena biasanya tiket yang dipesan jauh-jauh hari akan lebih murah dari pada jika sudah mendekati hari keberangkatan. Rencanakan waktu mudik dan cuti anda (jika perlu mengambil cuti) dengan baik agar pemesanan tiket juga dapat dengan mudah dilakukan karena telah terjadwal.

Keempat, sebaiknya biasakan untuk menyisihkan minimal 10% – 20% dana THR anda untuk belanja harta produktif. Apa itu harta produktif? Adalah harta atau barang yang dapat memberikan penghasilan tambahan bagi anda. Seperti misalnya tabungan, Deposito, ORI, Surat Utang Negara, Reksadana, unit link, saham, tanah, emas, modal bisnis, barang yang dapat disewakan atau bernilai sewa, barang ciptaan, franchise, asuransi, dll.

Kelima, jika anda sudah berpasangan, dan pasangan anda juga bekerja (suami dan istri bekerja) tentunya anda akan mendapatkan THR Dobel. Biasakan untuk berkompromi dengan pasangan anda mengenai pos-pos dana THR anda berdua, misal THR suami untuk bayar zakat, hutang, dan belanja puasa dan lebaran, sedangkan THR istri 100% untuk belanja harta produktif. Atau dapat juga kedua dana digabungkan dan pos-pos keuangannya dikompromikan berdua.

Yang penting untuk diingat adalah, Lebaran bukanlah hari foya-foya dan pesta. Maka biasakanlah untuk sederhana dalam menyambut lebaran namun penuhilah dengan ibadah. Ingat konsep untung dalam Islam, sesungguhnya orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini. Semoga kita semua menjadi orang-orang yang bersyukur. Amin!

Kategori: Economy · Opinion · Thought
Ditandai: , , ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.